Detik-detik Rasulullah SAW menjelang sakratul maut
Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning,burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku."
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.
"Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu.Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.
Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata jibril.
Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu."
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"
Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
* * *
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan kepada sahabat-2 muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencinta kita. Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.
Kamis, 15 Oktober 2009
Senin, 14 September 2009
LEBARAN TIBA

SEMOGA ALLAH MEMBERI KEMUDAHAN BAGI DIRI DAN JIWA YANG INGIN MENJADI TERBAIK. TIADA DAYA DAN UPAYA TANPA PERTOLONGAN ALLAH SWT.
DUHAI ALLAH, JADIKAN DIRI SEBAGIA HAMBAMU YANG TAAT DAN BERIKANLAH KEKUATAN UNTUK SENANTIASA BERKARYA DAN MEMBERIKAN MANFAAT BAGI SEMUANYA YANG BERADA DI SEKITAR HAMBA.
BIMBING HAMBA MENJADI ALUMNI RAMADHAN 1430 H TERBAIK. LEKATKAN SEMUA KEBAIKAN AMAL DI BULAN RAMADHAN DI HATIKU. AGAR DIRI MENJADI PRIBADI YANG BERUBAH SETELAH DIBINA DI MADRASAH RAMADHAN.
SELAMAT IDUL FITRI 1430H. MAAFKAN KESALAHAN KATA DAN SIKAP SERTA SEGALA KHILAF YANG DISENGAJA MAUPUN TIDAK DISENGAJA.
category
SELAMAT
Jumat, 04 September 2009
Kisah Kehidupan
Awal Ramadhan yang menjanjikan. Betapa tidak, mulai terjalin kedekatan dan kejelasan tentang aktivitas di lembaga training termasuk KAMMI. Dengan semangat dan kemauan, hadirkan optimis untuk menjadi lebih berarti bagi semua. Ingin merubah tabiat diri menjadi pribadi berakhlak dan bermoral. Menapaki jalan menuju IJDK kader KAMMI. Sungguh nikmat menghabiskan waktu dengan berbagi ilmu dan pengalaman dengan siswa SD dan SMP serta SMU yang menjadi peserta pesantren kilat. Dengan lelah dan terkadang merasa letih menghadapi tingkah mereka, ada rasa senang dan harapan yang mengisi jiwa. Semoga menjadi bagian yang melengkapi perjuangan meraih kejayaan Islam.
Luar biasa, sebuah ungkapan sarat tarikan untuk menjadikan diri dan jiwa selalu berpikir positif dan semakin yakin akan kemampuan diri. Harapan untuk lebih baik masih terbuka. Semoga diri menjadi indah seperti kupu-kupu yang telah menjalani puasa dalam proses metamorfosisnya. karena sudah puasa dan memalalui madrasah Ramadhan.
Wallahul Musta'an.
Luar biasa, sebuah ungkapan sarat tarikan untuk menjadikan diri dan jiwa selalu berpikir positif dan semakin yakin akan kemampuan diri. Harapan untuk lebih baik masih terbuka. Semoga diri menjadi indah seperti kupu-kupu yang telah menjalani puasa dalam proses metamorfosisnya. karena sudah puasa dan memalalui madrasah Ramadhan.
Wallahul Musta'an.
category
liburan
Jumat, 21 Agustus 2009
Palestina
Keamanan itu sebuah nikmat
Sungguh belum pernah diri ini ke Palestina. Namun bukan berarti tidak ada informasi yang dapat dicerna tentang Palestina. Sumber informasi itu valid dan tersedia banyak. Semoga Allah memudahkan segala urusan mujahidin di Palestina. Amin.
Ketika Ramadhan menjelang, negeri ini tetaplah aman dan tidak seperti Palestina. Sehingga penyelenggaran ibadah Ramadhan menjadi tenang. Bayangkan suasana Ramadhan dengan letupan senjata dan deru tank yang siap menggusur. Belum lagi para prajurit yang tak kenal belas kasihan. Anakanak juga dibantai. Banyak perempuan yang menjadi janda karena suaminya dibunuh. Juga tidak sedikit muslimah yang terampas kehormatannya. Sebuah suasana yang sangat tidak menyenangkan. Suasana yang mengerikan.
Namun demikian, banyak pahlawan yang hadir dari Palestina. Mereka tetap bertahan dan tak pernah diam. Semangat mereka mengalahkan ketakutan dan kengerian di hati. Bukan hanya waktu senggang mereka, istri atau harta mereka. Bahkan jiwa dan raga mereka adalah persembahan yang sering dibanggakan. Itulah sekilas kondisi Palestina.
Jadikan ia sebuah refleksi. Di tengah keamanan yang tenang di negeri ini, sepantasnya ada syukur di hati penduduknya. Sadarlah! Sungguh kenikmatan kadang menjadi bencana tersendiri. Betapa tidak. Rumah-rumah di negeri ini menjadi kuburan karena tak pernah diperdengarkan tilawah quran. Dentum musik lebih akrab ketimbang alunan murattal. Satu album musik bisa dihafal tetapi tidak dengan Surat Al Anfal. Tempat hiburan sering padat tapi tidak dengan Masjid. Wisata ke luar kota sering tetapi tak ada tabungan untuk ke Mekkah menunaikan ibadah haji.
Sebesar apakah kesadaran penduduk negeri ini? Di momen bulan yang mulia ini, harus ada hentakan yang berarti untuk meningkatkan kesadaran diri dan kolektif. Bukan masanya untuk mendebatkan berapa jumlah tarawih dan berapa lama ceramah Ramadhan. Saatnya untuk beraksi dan memakmurkan Masjid. Mendidik jiwa untuk lebih dekat dengan atribut keislaman. Mentarbiyah diri untuk jujur dan produktif. Manfaatkan keamanan negeri ini untuk memperbaiki diri dan masyarakat sehingga menjadi negeri yang punya kekuatan. Bukan hanya untuk mempertahankan kedaulatannya, tetapi memberikan hak negeri-negeri yang tertindas. Palestina contohnya.
Sudah cukup kita mendengarkan kisah remaja cabul. Cukup sudah berita pesta ekstasi atau pabrik ekstasi. Kenapa tidak kita ukir berita baru? Kisah perjuangan remaja membangun usaha mandiri. Perjalanan “pabrik SDM intelektual dan penuh daya spiritual”.
Mari belajar semangat juang dari saudara kita di Palestina. Mari berkarya di negeri kita sendiri. Di alam nyata membangun Indonesia menjadi negeri penuh berkah. Indonesia aman dan tenteram tanpa kekerasan dan kriminalitas.
Tatap tegaklah masa depan
Tersenyumlah tuk kehidupan
Dengan cita dan sejuta asa
Bersama membangun Indonesia
Pegang teguhlah kebenaran
Buang jauh nafsu angkara
Berkorban dengan jiwa da raga
Untuk tegaknya keadilan
(Shoutul Harakah)
@@@ ### $$$ %%% ^^^ &&& *** !!!
WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
A blinding flash of white light
sebuah kilatan cahaya yang membabi buta
Lit up the sky over Gaza tonight
menerangi angkasa Gaza malam ini
People running for cover
orang-orang berlarian tidak menentu untuk berlindung
Not knowing whether they’re dead or alive
tanpa tau lagi apakah mereka hidup atau mati
They came with their tanks and their planes
para tentara datang dengan tank2 dan pesawat tempur mereka
With ravaging fiery flames
datang dengan kerusakan dan kobaran api2 yang meluap2
And nothing remains
dan tidak ada yang tersisa
Just a voice rising up in the smoky haze
hanya suara ( ledakan & senjata ) yang menggema di tengah kabut asap perang
We will not go down
kami tidak akan menyerah / kami tidak akan turun
In the night, without a fight
dalam kegelapan malam, tanpa sebuah pertarungan
You can burn up our mosques and our homes and our schools
Kamu dapat menghancurkan tempat2 ibadah, rumah dan sekolah kami
But our spirit will never die
tapi spirit kami tidak akan pernah mati
We will not go down
kami tidak akan menyerah
In Gaza tonight
di Gaza malam ini
Women and children alike
Perempuan dan anak-anak
Murdered and massacred night after night
dibunuh secara membabi buta dari malam ke malam
While the so-called leaders of countries afar
sementara para pemimpin terhormat dunia
Debated on who’s wrong or right
berdebat siapa yang benar dan siapa yang salah
But their powerless words were in vain
tapi kata-kata mereka tidak dapat mengubah keadaan
And the bombs fell down like acid rain
dan bom tetap berjatuhan seperti hujan deras
But through the tears and the blood and the pain
tetapi melalui tangisan dan darah kesakitan
You can still hear that voice through the smoky haze
kamu masih dapat mendengar suara di tengah kabut asap
We will not go down
kami tidak akan menyerah
In the night, without a fight
malam ini, tanpa sebuah perlawanan
You can burn up our mosques and our homes and our schools
Kamu dapat menghancurkan tempat2 ibadah, rumah dan sekolah kami
But our spirit will never die
tetapi spirit kami tidak akan pernah mati
We will not go down
kami tidak akan menyerah
In Gaza tonight
di Gaza malam ini
– end –
Sungguh belum pernah diri ini ke Palestina. Namun bukan berarti tidak ada informasi yang dapat dicerna tentang Palestina. Sumber informasi itu valid dan tersedia banyak. Semoga Allah memudahkan segala urusan mujahidin di Palestina. Amin.
Ketika Ramadhan menjelang, negeri ini tetaplah aman dan tidak seperti Palestina. Sehingga penyelenggaran ibadah Ramadhan menjadi tenang. Bayangkan suasana Ramadhan dengan letupan senjata dan deru tank yang siap menggusur. Belum lagi para prajurit yang tak kenal belas kasihan. Anakanak juga dibantai. Banyak perempuan yang menjadi janda karena suaminya dibunuh. Juga tidak sedikit muslimah yang terampas kehormatannya. Sebuah suasana yang sangat tidak menyenangkan. Suasana yang mengerikan.
Namun demikian, banyak pahlawan yang hadir dari Palestina. Mereka tetap bertahan dan tak pernah diam. Semangat mereka mengalahkan ketakutan dan kengerian di hati. Bukan hanya waktu senggang mereka, istri atau harta mereka. Bahkan jiwa dan raga mereka adalah persembahan yang sering dibanggakan. Itulah sekilas kondisi Palestina.
Jadikan ia sebuah refleksi. Di tengah keamanan yang tenang di negeri ini, sepantasnya ada syukur di hati penduduknya. Sadarlah! Sungguh kenikmatan kadang menjadi bencana tersendiri. Betapa tidak. Rumah-rumah di negeri ini menjadi kuburan karena tak pernah diperdengarkan tilawah quran. Dentum musik lebih akrab ketimbang alunan murattal. Satu album musik bisa dihafal tetapi tidak dengan Surat Al Anfal. Tempat hiburan sering padat tapi tidak dengan Masjid. Wisata ke luar kota sering tetapi tak ada tabungan untuk ke Mekkah menunaikan ibadah haji.
Sebesar apakah kesadaran penduduk negeri ini? Di momen bulan yang mulia ini, harus ada hentakan yang berarti untuk meningkatkan kesadaran diri dan kolektif. Bukan masanya untuk mendebatkan berapa jumlah tarawih dan berapa lama ceramah Ramadhan. Saatnya untuk beraksi dan memakmurkan Masjid. Mendidik jiwa untuk lebih dekat dengan atribut keislaman. Mentarbiyah diri untuk jujur dan produktif. Manfaatkan keamanan negeri ini untuk memperbaiki diri dan masyarakat sehingga menjadi negeri yang punya kekuatan. Bukan hanya untuk mempertahankan kedaulatannya, tetapi memberikan hak negeri-negeri yang tertindas. Palestina contohnya.
Sudah cukup kita mendengarkan kisah remaja cabul. Cukup sudah berita pesta ekstasi atau pabrik ekstasi. Kenapa tidak kita ukir berita baru? Kisah perjuangan remaja membangun usaha mandiri. Perjalanan “pabrik SDM intelektual dan penuh daya spiritual”.
Mari belajar semangat juang dari saudara kita di Palestina. Mari berkarya di negeri kita sendiri. Di alam nyata membangun Indonesia menjadi negeri penuh berkah. Indonesia aman dan tenteram tanpa kekerasan dan kriminalitas.
Tatap tegaklah masa depan
Tersenyumlah tuk kehidupan
Dengan cita dan sejuta asa
Bersama membangun Indonesia
Pegang teguhlah kebenaran
Buang jauh nafsu angkara
Berkorban dengan jiwa da raga
Untuk tegaknya keadilan
(Shoutul Harakah)
@@@ ### $$$ %%% ^^^ &&& *** !!!
WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
A blinding flash of white light
sebuah kilatan cahaya yang membabi buta
Lit up the sky over Gaza tonight
menerangi angkasa Gaza malam ini
People running for cover
orang-orang berlarian tidak menentu untuk berlindung
Not knowing whether they’re dead or alive
tanpa tau lagi apakah mereka hidup atau mati
They came with their tanks and their planes
para tentara datang dengan tank2 dan pesawat tempur mereka
With ravaging fiery flames
datang dengan kerusakan dan kobaran api2 yang meluap2
And nothing remains
dan tidak ada yang tersisa
Just a voice rising up in the smoky haze
hanya suara ( ledakan & senjata ) yang menggema di tengah kabut asap perang
We will not go down
kami tidak akan menyerah / kami tidak akan turun
In the night, without a fight
dalam kegelapan malam, tanpa sebuah pertarungan
You can burn up our mosques and our homes and our schools
Kamu dapat menghancurkan tempat2 ibadah, rumah dan sekolah kami
But our spirit will never die
tapi spirit kami tidak akan pernah mati
We will not go down
kami tidak akan menyerah
In Gaza tonight
di Gaza malam ini
Women and children alike
Perempuan dan anak-anak
Murdered and massacred night after night
dibunuh secara membabi buta dari malam ke malam
While the so-called leaders of countries afar
sementara para pemimpin terhormat dunia
Debated on who’s wrong or right
berdebat siapa yang benar dan siapa yang salah
But their powerless words were in vain
tapi kata-kata mereka tidak dapat mengubah keadaan
And the bombs fell down like acid rain
dan bom tetap berjatuhan seperti hujan deras
But through the tears and the blood and the pain
tetapi melalui tangisan dan darah kesakitan
You can still hear that voice through the smoky haze
kamu masih dapat mendengar suara di tengah kabut asap
We will not go down
kami tidak akan menyerah
In the night, without a fight
malam ini, tanpa sebuah perlawanan
You can burn up our mosques and our homes and our schools
Kamu dapat menghancurkan tempat2 ibadah, rumah dan sekolah kami
But our spirit will never die
tetapi spirit kami tidak akan pernah mati
We will not go down
kami tidak akan menyerah
In Gaza tonight
di Gaza malam ini
– end –
category
motivasi
SEUNTAI SYUKUR

SEUNTAI SYUKUR
(Saiful Ahyar)
Kumandang azan melepas Sya’ban sekaligus menyambut Ramadhan. Marhaban yaa Ramadhan. Aroma amal shaleh dan peluang kebaikan menelisik dada-dada yang penuh iman. Pekat maksiat seakan redup menghilang, setidaknya untuk sementara. Kerinduan jiwa-jiwa yang mulai letih berjuang terpuaskan sudah. Setelah sebelas bulan lalu menyelesaikan tarbiyahnya di Ramadhan tahun lalu. Saatnya mentarbiyah kembali. Menghangatkan kembali kerinduan akan syurga dan kehidupan yang sejahtera.
Letih jiwa melalui jalanan yang ditaburi maksiat mulai terobati. Dan semua itu hanya karena kesempatan dari sang Maha Kuasa, Allah swt. Desah zikir melantun dan melesat menuju angkasa. Ungkapkan rasa syukur yang dalam kepada sang Pencipta. Gema asma-Nya membahana. Suasana subuh menjadi berarti dan lebih hidup. Para hamba mulai belajar merendahkan diri, sujud di pagi hari. Setelah lalai di waktu yang lalu. Mulailah Masjid-masjid bertambah ramai. Semakin banyak kepala yang tersungkur mengakui kelemahan diri. Meneduhkan jiwa dan membakar ghirah.
‘Terima kasih duhai Rabbi! Engkau izinkan kaki yang berlumur lumpur hitam dosa melangkah perlahan menapaki bulan ampunan-Mu. Masih Engkau bebaskan tangan yang penuh bercak dosa mengangkatkan takbir dalam taraweh. Engkau berikan peluang mata yang mulai tertutupi maksiat mengikuti tadarus qur’an. Izinkan suara ini yaa Rabb untuk selalu melantunkan ayat-ayat-Mu dan meneriakkan kebenaran. Segala puji untuk-Mu yang membiarkan tempatku aman tanpa suara dentum peluru yamg mematikan, seperti yang dialami saudaraku di Palestina, Afghanistan, Irak, Chechniya dan yang lainnya. Duhai Allah jangan lalaikan aku dengan keamanan ini sehingga lelap dalam tidur panjang tanpa mampu mengisi masa Ramadhan yang tak panjang. Yang belum tentu usiaku akan melampaui Ramadhan kali ini’.
‘Diri ini sungguh lemah. Tak mampu untuk berpisah dari-Mu Yaa Rabbi. Tak sedetik pun tau bahkan lebih singkat dari itu yang jiwa ini mampu lepas dari bantuan-Mu. Bahkan untuk sekedar menghirup udara berkah Ramadhan-Mu. Duhai sesembahanku! Berikan kekuatan jiwa ini untuk selalu merangkai doa panjang dan tunduk di pangkuan-Mu. Izinkan seluruh tubuh ini; kepala, mata, lisan, mulut, hidung, dada, tangan, perut, kaki dan semuanya Rabb, bergerak teratur melarutkan pekat dosa yang melingkupi jiwa. Curahkan cahaya taubat nashuha ke dalam hati ini wahai penguasa jiwaku! Duhai yang maha kuasa dan maha perkasa! Berikanlah keringanan gerak dan langkah ntuk diri ini beramal shalih. Biarkan peluh bahkan darah mengaliri tubuh ini karena perjuanganku di jalan-Mu. Jadikan peluh itu peluntur dosaku. Bangkitkan semangatku untuk terus bertahan tanpa kenal letih untuk senantiasa berkarya dalam menegakkan agama-Mu’.
‘Wahai pemilik segala harta dan kekuasaan! Hilangkan rasa bakhil dan tamak dari hati yang bernoda ini. Limpahkan karunia yang aku merasa cukup dengannya. Jangan engkau biarkan hati ini merasa bergantung pada selain-Mu. Cukuplah Engkau yang menjadi harapanku. Cukupkan aku dengan-Mu yaa Rabbi’.
Sungguh kata dan tinta telah habis untuk mengurai nikmat Tuhan semesta alam. Namun, yang diuraikan belum mencapai setitis air di tengah lautan. Bahkan belum sampai seperti sebutir pasir di pantai. Maha agung Engkau yaa Allah!
Saatnya sudah menjalani lautan berkah dan ampunan. Biarkan masa lalu seperti itu. Tatap ia. Lihatlah. Seperti apapun ia, biarkanlah. Karena ia tak akan mungkin dirubah. Jadikan sisa perjalan hidup sebagai masa untuk menggoreskan tinta emas. Bangkitkan potensi yang diberikan Allah untuk berkarya dalam bingkai ibadah kepada-Nya. Yakinlah rahmat Allah lebih luas dan sangat luas untuk mengampuni dosa siapapun!!
category
muhasabah
memulai
selalu ada rasa sukar dan payah untuk memulai sesuatu. hal ini hadir pada tiap diri yang akan melangkahkan kaki pertama kali. Selalu ada keraguan yang menghantui saat pertama kali sebuah pilihan akan dijalankan. kahawatir gagal adalah pemicu utamanya.
padahal tanpa kegagalan tidak akan ada keberhasilan. karena gagal dan berhasil itu ibarat dua sisi mata uang yang tidak akan terpisahkan. oleh karena itu, sepantasnya rasa itu tidak hadir di benak siapapun. yang penting itu adalah kejelasan visi bagi individu. Kejelasan tujuan akan menghantarkan pada pilihan jalan yang tepat dan tanpa ragu. Keraguan hanya mungkin akan pergi jika ada kefahaman yang benar dan utyh di dalam pribadi-pribadi yang mengiginkan kejayaan itu.
Momentum untuk melangkah lebih bau\ik kini akan segera menjelang (saat tulisan ini dibuat). Momentum ini akan berarti jika ada keberanian di dalam hati dan ada tjuuan yang jelas. Keberanian untuk meninggalkan keburukan jiwa dan diri. Bertahap memasuki pribadi baru; pribadi sukses dan unggul. Pribadi yang selalu berkata denagn ucapan terbaik, berbuat dengan prestasi terbaik, dan tampil dengan penampilan terbaik.Dibuthkan kejelasan tujuan bahwa diri akan menjadi pribadi sukses. pribadi unggul. menuju hidup dalam kehidupan yang bahagia dan dalam petunjuk dari pencipta dunia, Allah swt.menjadi hamba yang taat dan anti keingkaran.
Teruslah melangkah. Tatap tegaklah masa depan. Tersenyumlah untuk kehidupan. Perjalanan masih panjang. Maka bersiapsiagalah selalu.
padahal tanpa kegagalan tidak akan ada keberhasilan. karena gagal dan berhasil itu ibarat dua sisi mata uang yang tidak akan terpisahkan. oleh karena itu, sepantasnya rasa itu tidak hadir di benak siapapun. yang penting itu adalah kejelasan visi bagi individu. Kejelasan tujuan akan menghantarkan pada pilihan jalan yang tepat dan tanpa ragu. Keraguan hanya mungkin akan pergi jika ada kefahaman yang benar dan utyh di dalam pribadi-pribadi yang mengiginkan kejayaan itu.
Momentum untuk melangkah lebih bau\ik kini akan segera menjelang (saat tulisan ini dibuat). Momentum ini akan berarti jika ada keberanian di dalam hati dan ada tjuuan yang jelas. Keberanian untuk meninggalkan keburukan jiwa dan diri. Bertahap memasuki pribadi baru; pribadi sukses dan unggul. Pribadi yang selalu berkata denagn ucapan terbaik, berbuat dengan prestasi terbaik, dan tampil dengan penampilan terbaik.Dibuthkan kejelasan tujuan bahwa diri akan menjadi pribadi sukses. pribadi unggul. menuju hidup dalam kehidupan yang bahagia dan dalam petunjuk dari pencipta dunia, Allah swt.menjadi hamba yang taat dan anti keingkaran.
Teruslah melangkah. Tatap tegaklah masa depan. Tersenyumlah untuk kehidupan. Perjalanan masih panjang. Maka bersiapsiagalah selalu.
category
kisah
Kamis, 20 Agustus 2009
bergerak
Sungguh tak ada masa untuk bercerita. Setiap saat menantikan sentuhan dan teguran. Sungguh tiada siaran tunda dalam kehidupan. Yang dialami adalah masa kini dan itulah kehidupan yang nyata. Selama nyawa belum diregang dari raga, itulah kondisinya. Bilangan waktu semaunya datang tanpa peduli apa yang sedang dialami. Tak perlu mempermasalahkan dan menyalahkan. Ikuti saja!
Baru beberapoa hari lalu dapat info dari Ibu asrama darul lughah bahwa akan digantikan oleh yang lain. Baru terpaksa hijrah . Salah sendiri sih, ndak bisa menjadi pengayom yang baik. Sudahlah, coba jalani yang ada aja. juga ada masalah ma MPD. masalah anak muda. Meskipun sudah selesai menurut diri tapi belum tentu menurut orang lain. Sudahlah . Ada yang maha tahu lho!
Menjalani hidup di kamda dan posisi yang meragukan di KAMMI membuat perjalanan semakin asyik. Ke mana ujungnya? Yang jelas akan bermuara. ya kalo ndak senang ya bahagia. itu aja sih pilihnnya. Tersenyum penuh optimis menjalani semuanya.
Begitulah perjalanan terbaik dari pemberi peluang, Allah swt. Rencananya, sebelum Ramdhan tiba, persolan hijrah dah selesai. Pagi tadi ndak jadi. Semoga sore nanti terlaksana.
Sok sibuk sebagi instruktur dan pemateri di pesantren kilat ramadhan. Semoga sukses.
Baru beberapoa hari lalu dapat info dari Ibu asrama darul lughah bahwa akan digantikan oleh yang lain. Baru terpaksa hijrah . Salah sendiri sih, ndak bisa menjadi pengayom yang baik. Sudahlah, coba jalani yang ada aja. juga ada masalah ma MPD. masalah anak muda. Meskipun sudah selesai menurut diri tapi belum tentu menurut orang lain. Sudahlah . Ada yang maha tahu lho!
Menjalani hidup di kamda dan posisi yang meragukan di KAMMI membuat perjalanan semakin asyik. Ke mana ujungnya? Yang jelas akan bermuara. ya kalo ndak senang ya bahagia. itu aja sih pilihnnya. Tersenyum penuh optimis menjalani semuanya.
Begitulah perjalanan terbaik dari pemberi peluang, Allah swt. Rencananya, sebelum Ramdhan tiba, persolan hijrah dah selesai. Pagi tadi ndak jadi. Semoga sore nanti terlaksana.
Sok sibuk sebagi instruktur dan pemateri di pesantren kilat ramadhan. Semoga sukses.
category
kisah
Langganan:
Postingan
(
Atom
)